Mari Dukung Netralisasi Pajak Ganda Murabahah

28 02 2010

 

Permasalahan pajak ganda yang dikenakan kepada bank-bank Syariah dengan skim murabahahnya sebenarnya issue yang sudah lama. Rumor ini muncul sejak tahun 1997, dan saat ini kembali ramai diperdebatkan lantaran pajak yang harus dibayarkan kepada Ditjen Pajak jauh lebih besar dari pendapatan yang diterima oleh bank-bank syariah dengan transaksi murabahahnya.

Pada prinsipnya Murabahah itu jual beli, ketika ada permintaan dari nasabah, bank terlebih dahulu membeli pesanan sesuai permintaan nasabah, lalu bank menjualnya kembali kepada pemesan dengan harga aslinya lalu ditambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati oleh pemesan.

Karena transaksi jual beli itu terjadinya dua kali, maka terjadi dua kali peralihan kepemilikan sehingga PPN-nya dikenakan dua kali juga. Menurut UU No. 18 Tahun 2000 (tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, utamanya Pasal 1A ayat (1), huruf a dan b,) berarti juga terbebani dua kali pembayaran pajak.

bagaimana pajak ganda itu diterapkan? Ilustrasi mudahnya begini; Misalkan saja, ada nasabah datang ke bank bermaksud ingin membeli motor seharga 15 juta di dealer A, lalu bank menuliskan transaksi akad tersebut dengan meminta margin (keuntungan) 5%. Jadi harganya 15.750.000. lalu bank membeli motor tersebut di dealer A dan menyerahkan kepada nasabah.

Nah pada saat bank membeli motor dari dealer A seharga 15 juta, bank sebenarnya sudah dikenai pajak, dimana harga yang Rp. 15 juta itu sudah termasuk pajak PPN 10%. – Ceritanya menjadi lain jika membelinya langsung dari pabriknya. kemudian pada saat menjual kembali kepada pemesan seharga Rp. 15.750.000, bank dikenai pajak lagi. Katakanlah pajak PPN yang dikenakan sebesar 10%. Sehingga bank harus membayar pajaknya sebesar: 15.750.000 X 10% /100 = 1.575.000,- (ini yang menjadi sumber kerugian bank)

Dengan ilustrasi diatas, dapat dikatakan dalam setiap melakukan transaksi murabahahnya, bank syariah akan selalu mengalami kerugian karena harus membayar pajak yang lebih besar dari keuntungan yang diperolehnya. pengambilan margin yang hanya sebesar 5 persen dari transaksi murabahah ini sebelumnya sudah dipertimbangkan oleh bank-bank syariah, sebab jika bank- syariah mengambil keuntungan yang lebih besar dari setiap transaksi murabahahnya, katakanlah lebih besar dari PPN 10% dengan alasan supaya menutupi kerugian pembayaran pajaknya, tentunya bank syariah akan kalah bersaing dengan bank-bank lain seperti bank konvensional yang memberikan kredit pembiayaan lebih kecil karena bank konvensional tidak dikenai pajak ganda. Lantaran mengambil margin yang lebih besar dari bank konvensional, para nasabah pun pastinya akan memilih bank yang memberikan pembayaran cicilan lebih murah dari bank syariah.

Jika merujuk kepada UU Nomor 42/2009 mengenai PPN, aturan PPN murabahah sejatinya sudah dihapuskan, aturan ini baru efektif April 2010 nanti. Hanya saja, penghapusan ini hanya bersifat kasuistis. Artinya, bank syariah dengan transaksi murabahahnya, masih harus berkewajiban membayar tagihan pajak tahun-tahun sebelumnya.

Itulah alasan mengapa sekarang ini bank-bank syariah menjadi bank yang memiliki tunggakan besar pajaknya. Sebagai contoh BNI, lantaran terkena pajak ganda, Bank dengan plat merah ini masuk dalam daftar penunggang pajak yang dirilis Ditjen Pajak. Pajak yang dimaksud adalah murni dari transaksi murabahah UUS BNI pada tahun 2007. Besarannya sekitar 128,2 milyar, dengan rincian PPn murabahah Rp. 108,2 milyar dan saksi administrasi Rp. 20 milyar. Padahal laba UUS BNI syariah pada tahun 2007 hanya 19,7 milyar. Jika dihitung dari sejak UUS BNI berdiri pada ahun 2000 hingga tahun 2009, maka total pajak murabahahnya adalah Rp 393 milyar.(Republika, 5 Februari 2010)

Menurut Ahmad Baiquni (mengutip dari sini) mengapa pemerintah ngotot menarik pajak berganda ini karena melihat nilai pembiayaan murabahah yang lumayan. Tengok saja, dari total pembiayaan perbankan syariah sebesar Rp 60 triliun, sekitar 57% atau Rp 34,2 triliun merupakan pembiayaan akad murabahah. “Jadi, ada potensi pajak Rp 3,42 triliun.

Jika bank-bank syariah tetap harus membayar tunggakan pajaknya pada tahun-tahun sebelumnya, hal ini akan berakibat meruginya bank-bank syariah, selain itu juga akan berdampak menurunya nilai asset yang dimiliki. Sebab dari nilai transaksi yang dilakukan oleh bank-bank syariah, sekitar 80 persen diantaranya adalah transaksi murabahah. Menurunnya nilai asset, akan berdampak pada menurunya jumlah tranksaksi pembiayaan, menurunya jumlah transaksi pembiayaan akan menurunya keuntungan/profit yang diperoleh. Hal ini akan menghambat perkembangan bank syariah di Indonesia.

Selain itu, penghapusan pajak yang belum sepenuhnya clear, membuat enggannya minat investor untuk masuk ke domain perbankan syariah. Seperti misalnya; Kuwait Finance House dan Qatar Islamic Bank yang mau menanamkan modalnya untuk Bank syariah setelah dihapuskannya pajak berganda itu di Indonesia.

Oleh karena itu, agar tetap eksis dan berkembangnya bank-bank syariah di Indonesia, mari Qt dukung penghapusan pajak ganda murabahah dari tahun-tahun sebelumnya.

Wallahu’alamSumber Referensi :
Koran Republika 5 Februari 2010.
http://www.ortax.org


Aksi

Information

18 responses

1 03 2010
kikakirana

aduh aduh… panjang posting nya…
sebentar… sekarang saya mampir dulu…
nanti saya balik lagi…
buat baca ni posting nya hahaha…

pertamaxxxx…😉

1 03 2010
aguskusuma

saya baca postingannya, tpi dasar otak saya OON, masih belum mudeng jga soal pajak ganda ini, yg pnting menurut saya buat bank syariah dan bank konvensional bisa bersaing dg sehat…………….

3 03 2010
Ruslan

@ kikakirana
mangnya “kebelet” mau kemana Q?😀
Hidup!!! ^ ^

@ mas Agus
iya mas,
bersaing sehat dengan memberikan service yang memuaskan & maksimal
misalnya; kemudahahan dalam setiap bertransaksi, online 24 jam, jangkauan ATMnya mudah dicari dan dekat, bonus dan bagi hasilnya lebih gede dari bank konvensional, trus IT RTGS-nya lebih canggih, spy lebih cepat dan lebih baek *kampanye JK mode:on*

tp harapan saya mas, smoga gak ada lg pesaingan dengan bank2 konvensional karena mereka semuanya (akhirnya) mengkonversi ke dalam unit usaha syariah. Insya Allah *daydreaming*🙂

btw, trma kasih mas Agus komen dan kunjungannya🙂

*bisa aja mas agus ini merendah,
lah wong mas agus iki cerdas gitu

5 03 2010
Najwa Zuhur

ooOOoo . . . Beraaaaaaaatt . . .
Tolong ajari saya ekonomi syariah dasarnya dulu Pak Dosen😦😦

10 03 2010
Ruslan

akh ibu dosen bisa aja…..🙂 saya kan belajarnya ama ibu, lupa ya ?😀
kemarin situsnya bu dosen, knp gak bisa dibuka? “ketauan deh saya suka mampir ke rumah bu dosen hihi…🙂

5 03 2010
Pesona Muslim

Mewujudkan hidup yg islami di bumi indonesia tak semudah membolak balikkan tangan ini,begitu jg dgn bank syariah,mslh pajak ganda harusnya semua muslim tau dan memahaminya,melalui komentar ini kami mengajak bergabunglah di aggregasi web kami,cukup memasang banner kami,insya Allah setiap sahabat posting akan muncul di web kami..syukran

5 03 2010
Ruslan

trima kasih tanggapannya mas Pesona, bannernya sudah saya pasang, smoga berkenan mampir kemari ya😉

5 03 2010
sikupu

great posting, keep writing in e-syariah theme, so sorry and so sok banget ya aku pake bahasa Inggris gini🙂

5 03 2010
Ruslan

trima kasih ud mampir dan kasih komentar yang membangun motivasi

salam😉

5 03 2010
kikakirana

hehehe balik lagi,,, sudah baca postingny..
tapi,,, tak bisa comment.. coz heheh aduh.. berat…
rumit ini masalahnya hehe😦 😉

5 03 2010
Ruslan

ehm..

5 03 2010
Pesona Muslim

Syukran…karena sudah memasang banner kami, postingan yang terbaru aan selalu muncul di web kami, maaf..postingan mas yang ini tidak muncul di aggregasi kami karena sudah 5hari yang lalu tapi mas tenang saja datanya sudah kami masukkan, silhkan posting pasti muncul

6 03 2010
Ruslan

makasih mas, gpp gak muncul di aggresi webnya pesonamuslim, soalnya tulisannya juga tidak bagus mas, msih byk kekurangannya dan perlu dikritisi lagi.

iya, nnti saya akan posting lagi, tp skrng mash bingung cari bahan dan idenya hehe….😀

salam😉

8 03 2010
Rindu

saya dukung mas … kemarin tugas akhir saya tentang syariah loh “perspektive masyarakat terhadap penerapan metode bagi hasil” dan hasilnya insya ALLAH akan saya bukukan.

ekonomi syariah memang luar biasa🙂

10 03 2010
Ruslan

trima kasih dukung mendukungnya🙂
wah isinya pasti bagus dan pasti bukunya “harum” dan “wangi” bagai kebun2 bunga yang penuh hikmah.
jadi gak sabar ingin mendapatkan bukunya, ditunggu releasenya ya😉

salam

8 04 2010
ok

aku ga ngerti pajak, kenapa 1000.000 juga kenapa pajak ya?kupikir daripada dipajak yg hasil pajaknya masih burem mending ku kasih buat infaq *garuk2…

10 04 2010
catatanpelangi

DUKUNGAN PENUH dari bunda pelangi!!!!!

4 03 2011
catatanpelangi

nice posting! saya dukung … semoga ekonomi syar’iah segera diterapkan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: