ETIKA BERBICARA

26 02 2010

etika_berbicara

Berbicara merupakan salah satu media komunikasi sesama manusia yang efektif. Dengan berbicara, Qt dapat menyampaikan maksud, tujuan dan gagasan Qt kepada orang lain . Namun dalam berbicara Qt juga harus memperhatikan etika yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Selain itu juga, dapat mendatangkan kebaikkan dan keberkahan. Oleh karena itu, ketika berbicara Qt harus memperhatikan isi dari topic yang sedang dibicarakan agar pembicaraan tersebut tidak menjurus kepada hal yang bersifat negatif atau bahkan cenderung membawa kepada keributan.
 
Sebagai seorang muslim (Islam), merupakan keharusan bagi Qt tuk berkata-kata yang dapat membawa kebaikan dan berkah. Mengutip dari sumber koran republika pada tanggal 23 Februari lalu, yang ditulis oleh Ade Muzaini Aziz MA bahwa di dalam Al-Qur’an, setidaknya disebutkan ada tujuh jenis perkataan yang sesuai dengan ajaran Islam. Pertama, qawlun ma’ruf (perkataan yang baik). Perkataan jenis ini identik dengan kesantunan dan kerendahan hati. Al-Qur’an mensinyalir bahwa mengucapkan qawlun ma’ruf lebih baik dari pada bersedekah yang disertai kedengkian (QS. Albaqarah : 236).
 
Kedua, qawlun tsabit (ucapan yang teguh). Perkataan ini punya argumentasi yang kuat serta dilandasi keimanan yang kokoh. Tidak ada keraguan yang menyelimutinya. Kezaliman yang nyata patut dihadapi dengan perkataan jenis ini (QS Ibrahim : 27).
 
Ketiga, qawlun sadid (perkataan yang benar). Tiada dusta dan kebatilan dalam ucapan ini. Kata sadid berasal dari sadda yang berarti menutup, membendung, atau menghalangi. Qawlun sadid yang diucapkan berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkaran dan kezaliman. Bukti ketaqwaan seseorang mukmin diantaranya gemar mengucapkan perkataan ini (QS. Al-ahzab : 70).
 
Keempat, qawlun baligh (ucapan yang efektif dan efesien). Ini adalah ucapan yang cermat, padat berisi, mudah dipahami, dan tepat mengenai sasaran alias tidak ngelantur. Tipe perkataan ini akan berpengaruh kuat bagi pendengarnya (QS An-nisa : 63).
 
Kelima, qawlun karim (perkataan yang mulia) ia adalah tutur kata yang bersih dari kecongkakkan dan nada merendahkan atau meremehkan lawan bicara. Terdapat semangat memuliakan, menghormati, dan menghargai terhadap lawan bicara dalam qawlun karim tersebut (QS. Alisra : 23).
 
Keenam, Qawlun masyur (ucapan yang layak dan pantas) masyur arti asalnya adalah memudahkan. Ucapan ini mengandung unsur memudahkan segala kesukaran yang menimpa orang lain, dan menghiburnya guna meringankan beban kesedihan (QS Al-Isra : 28).
 
Ketujuh, qawlun layyin (tutur kata yang lemah lembut). Kelembutan diharapkan dapat menundukkan kekerasan, sebagaimana air dapat memadamkan api, inilah pesan Allah kepada nabi Musa dan nabi Harun ketika keduanya hendak menghadap Fir’aun yang zalim (QS. Thaha : 44).
 
Rasulallah SAW pun mengingatkan; “(muslim terbaik) ialah yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya (perbuatannya).” HR. Bukhari dan Muslim). Semoga lisan, tulisan dan tindakan kita, senantiasa sesuai dengan tuntunan Ilahi dan para nabi, Amiiin.
 
Sumber Koran Republika (23 februari 2010)

Aksi

Information

5 responses

26 02 2010
kikakirana

bagus nich buat di share😀

27 02 2010
Ruslan

silakan… HIDUP!!! ^_^

27 02 2010
Najwa Zuhur

Salamu’alaik warohmah wabarokah. Coba, etika berbicara ini juga sama dengan etika dan etiket comment y. Pasti tambah bagus banget seperti yang terpaparkan. Salam kenal . . .

28 02 2010
Ruslan

Wa’alaikum salam Wr.Wb
trima kasih mba’ Najwa masukannya….

dan trima kasih atas kunjungannya🙂

15 03 2010
catatanpelangi

jangan asal bicara …. jangan bicara asal topik menarik di tengah hari blogwalking

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: