<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>E-syariah</title>
	<atom:link href="http://cintasyariah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cintasyariah.wordpress.com</link>
	<description>Seseorang yang sedang belajar mencoba menjadikan hidup ini berarti bagi mereka</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Mar 2011 03:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cintasyariah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>E-syariah</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cintasyariah.wordpress.com/osd.xml" title="E-syariah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cintasyariah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mari Dukung Netralisasi Pajak Ganda Murabahah</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/28/mari-dukung-netralisasi-pajak-ganda-murabahah/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/28/mari-dukung-netralisasi-pajak-ganda-murabahah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 08:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Syariah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mari dukung Penghapusan Pajak Ganda Murabahah]]></category>
		<category><![CDATA[Murabahah]]></category>
		<category><![CDATA[Netralisasi Pajak Ganda Murabahah]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Ganda]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Ganda Murabahah]]></category>
		<category><![CDATA[Penghapusan Pajak Ganda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan pajak ganda yang dikenakan kepada bank-bank Syariah dengan skim murabahahnya sebenarnya issue yang sudah lama. Rumor ini muncul sejak tahun 1997, dan saat ini kembali ramai diperdebatkan lantaran pajak yang harus dibayarkan kepada Ditjen Pajak jauh lebih besar dari pendapatan yang diterima oleh bank-bank syariah dengan transaksi murabahahnya. &#160; Pada prinsipnya Murabahah itu jual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=502&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/penunggak_pajak1.gif"><img src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/penunggak_pajak1.gif?w=510" alt="Penunggak_pajak" title="penunggak_pajak"   class="aligncenter size-full wp-image-518" /></a></p>
<div style="padding-left:2.5em;">
<font size="3" color="#FF6633">Permasalahan</font> pajak ganda yang dikenakan kepada bank-bank Syariah dengan skim murabahahnya sebenarnya issue yang sudah lama. Rumor ini muncul sejak tahun 1997, dan saat ini kembali ramai diperdebatkan lantaran pajak yang harus dibayarkan kepada Ditjen Pajak jauh lebih besar dari pendapatan yang diterima oleh bank-bank syariah dengan transaksi murabahahnya.<br />
&nbsp;<br />
Pada prinsipnya Murabahah itu jual beli, ketika ada permintaan dari nasabah, bank terlebih dahulu membeli pesanan sesuai permintaan nasabah, lalu bank menjualnya kembali kepada pemesan dengan harga aslinya lalu ditambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati oleh pemesan.<br />
&nbsp;<br />
Karena transaksi jual beli itu terjadinya dua kali, maka terjadi dua kali peralihan kepemilikan sehingga PPN-nya dikenakan <span id="more-502"></span>dua kali juga. Menurut UU No. 18 Tahun 2000 (tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, utamanya Pasal 1A ayat (1), huruf a dan b,) berarti juga terbebani dua kali pembayaran pajak.<br />
&nbsp;<br />
bagaimana pajak ganda itu diterapkan? Ilustrasi mudahnya begini; Misalkan saja, ada nasabah datang ke bank bermaksud ingin membeli motor seharga 15 juta di dealer A, lalu bank menuliskan transaksi akad tersebut dengan meminta margin (keuntungan) 5%. Jadi harganya 15.750.000. lalu bank membeli motor tersebut di dealer A dan menyerahkan kepada nasabah.<br />
&nbsp;<br />
Nah pada saat bank membeli motor dari dealer A seharga 15 juta, bank sebenarnya sudah dikenai pajak, dimana harga yang Rp. 15 juta itu sudah termasuk pajak PPN 10%. &#8211; Ceritanya menjadi lain jika membelinya langsung dari pabriknya.  kemudian pada saat menjual kembali kepada pemesan seharga Rp. 15.750.000, bank dikenai pajak lagi. Katakanlah pajak PPN yang dikenakan sebesar 10%. Sehingga bank harus membayar pajaknya sebesar: 15.750.000 X 10% /100 = 1.575.000,- (ini yang menjadi sumber kerugian bank)<br />
&nbsp;<br />
Dengan ilustrasi diatas, dapat dikatakan dalam setiap melakukan transaksi murabahahnya, bank syariah akan selalu mengalami kerugian karena harus membayar pajak yang lebih besar dari keuntungan yang diperolehnya. pengambilan margin yang hanya sebesar 5 persen dari transaksi murabahah ini sebelumnya sudah dipertimbangkan oleh bank-bank syariah, sebab jika bank- syariah mengambil keuntungan yang lebih besar dari setiap transaksi murabahahnya, katakanlah lebih besar dari PPN 10% dengan alasan supaya menutupi kerugian pembayaran pajaknya,  tentunya bank syariah akan kalah bersaing dengan bank-bank lain seperti bank konvensional yang memberikan kredit pembiayaan lebih kecil karena bank konvensional tidak dikenai pajak ganda. Lantaran mengambil margin yang lebih besar dari bank konvensional, para nasabah pun pastinya akan memilih bank yang memberikan pembayaran cicilan lebih murah dari bank syariah.<br />
&nbsp;<br />
Jika merujuk kepada UU Nomor 42/2009 mengenai PPN, aturan PPN murabahah sejatinya sudah dihapuskan, aturan ini baru efektif April 2010 nanti. Hanya saja, penghapusan ini hanya bersifat kasuistis. Artinya, bank syariah dengan transaksi  murabahahnya, masih harus berkewajiban membayar tagihan pajak tahun-tahun sebelumnya.<br />
&nbsp;<br />
Itulah alasan mengapa sekarang ini bank-bank syariah menjadi bank yang memiliki tunggakan besar pajaknya. Sebagai contoh BNI, lantaran terkena pajak ganda, Bank dengan plat merah ini masuk dalam daftar penunggang pajak yang dirilis Ditjen Pajak. Pajak yang dimaksud adalah murni dari transaksi murabahah UUS BNI pada tahun 2007. Besarannya sekitar 128,2 milyar, dengan rincian PPn murabahah Rp. 108,2 milyar dan saksi administrasi Rp. 20 milyar. Padahal laba UUS BNI syariah pada tahun 2007 hanya 19,7 milyar. Jika dihitung dari sejak UUS BNI berdiri pada ahun 2000 hingga tahun 2009, maka total pajak murabahahnya adalah Rp 393 milyar.(Republika, 5 Februari 2010)<br />
&nbsp;<br />
Menurut Ahmad Baiquni (mengutip dari <a href="http://www.ortax.org/ortax/?mod=berita&amp;page=show&amp;id=8220&amp;q=&amp;hlm=21"><font color="#FF6633">sini</font></a>) mengapa pemerintah ngotot menarik pajak berganda ini karena melihat nilai pembiayaan murabahah yang lumayan. Tengok saja, dari total pembiayaan perbankan syariah sebesar Rp 60 triliun, sekitar 57% atau Rp 34,2 triliun merupakan pembiayaan akad murabahah. &#8220;Jadi, ada potensi pajak Rp 3,42 triliun.<br />
&nbsp;<br />
Jika bank-bank syariah tetap harus membayar tunggakan pajaknya pada tahun-tahun sebelumnya, hal ini akan berakibat meruginya bank-bank syariah, selain itu juga akan berdampak menurunya nilai asset yang dimiliki. Sebab dari nilai transaksi yang dilakukan oleh bank-bank syariah, sekitar 80 persen diantaranya adalah transaksi murabahah. Menurunnya nilai asset, akan berdampak pada menurunya jumlah tranksaksi pembiayaan, menurunya jumlah transaksi pembiayaan akan menurunya keuntungan/profit yang diperoleh. Hal ini akan menghambat perkembangan bank syariah di Indonesia.<br />
&nbsp;<br />
Selain itu, penghapusan pajak yang belum sepenuhnya <em>clear,</em> membuat enggannya minat investor untuk masuk ke domain perbankan syariah. Seperti misalnya; Kuwait Finance House dan Qatar Islamic Bank yang mau menanamkan modalnya untuk Bank syariah setelah dihapuskannya pajak berganda itu di Indonesia.<br />
&nbsp;<br />
Oleh karena itu, agar tetap eksis dan berkembangnya bank-bank syariah di Indonesia, mari Qt dukung penghapusan pajak ganda murabahah dari tahun-tahun sebelumnya.</div>
<div style="padding-left:2.5em;">Wallahu’alam</p>
<p><b>Sumber Referensi :</b><br />
Koran Republika 5 Februari 2010.<br />
<font><a href="http://www.ortax.org/ortax/?mod=berita&amp;page=show&amp;id=8220&amp;q=&amp;hlm=21">http://www.ortax.org</a></font></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=502&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/28/mari-dukung-netralisasi-pajak-ganda-murabahah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/penunggak_pajak1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">penunggak_pajak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA BERBICARA</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/26/441/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/26/441/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 04:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Muzaini Aziz MA]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[perkataan yang baik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara merupakan salah satu media komunikasi sesama manusia yang efektif. Dengan berbicara, Qt dapat menyampaikan maksud, tujuan dan gagasan Qt kepada orang lain . Namun dalam berbicara Qt juga harus memperhatikan etika yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Selain itu juga, dapat mendatangkan kebaikkan dan keberkahan. Oleh karena itu, ketika berbicara Qt harus memperhatikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=441&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Etika_berbicara" href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/etika_berbicara.gif" target="_blank"><img class="size-full wp-image-442 aligncenter" style="margin:1px;" title="etika_berbicara" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/etika_berbicara.gif?w=510" alt="etika_berbicara"   /></a></p>
<div style="padding-left:2.5em;padding-right:2.5em;">Berbicara merupakan salah satu media komunikasi sesama manusia yang efektif. Dengan berbicara, Qt dapat menyampaikan maksud, tujuan dan gagasan Qt kepada orang lain . Namun dalam berbicara Qt juga harus memperhatikan etika yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Selain itu juga, dapat mendatangkan kebaikkan dan keberkahan. Oleh karena itu, ketika berbicara Qt harus memperhatikan isi dari topic yang sedang dibicarakan agar pembicaraan tersebut tidak menjurus kepada hal yang bersifat negatif atau bahkan cenderung membawa kepada keributan.<br />
&nbsp;<br />
Sebagai seorang muslim (Islam), merupakan keharusan bagi Qt tuk berkata-kata yang dapat membawa kebaikan dan berkah. Mengutip dari sumber koran republika pada tanggal 23 Februari lalu, yang ditulis oleh <b>Ade Muzaini Aziz MA</b> bahwa <span id="more-441"></span> di dalam Al-Qur’an, setidaknya disebutkan ada <b>tujuh jenis perkataan</b> yang sesuai dengan ajaran Islam. Pertama, <b><em>qawlun ma’ruf</em></b> (perkataan yang baik). Perkataan jenis ini identik dengan kesantunan dan kerendahan hati. Al-Qur’an mensinyalir bahwa mengucapkan <em>qawlun ma’ruf</em> lebih baik dari pada bersedekah yang disertai kedengkian (QS. Albaqarah : 236).<br />
&nbsp;<br />
Kedua, <b><em>qawlun tsabit</em></b>  (ucapan yang teguh). Perkataan ini punya argumentasi yang kuat serta dilandasi keimanan yang kokoh. Tidak ada keraguan yang menyelimutinya. Kezaliman yang nyata patut dihadapi dengan perkataan jenis ini (QS Ibrahim : 27).<br />
&nbsp;<br />
Ketiga, <b><em>qawlun sadid</em></b> (perkataan yang benar). Tiada dusta dan kebatilan dalam ucapan ini. Kata <em>sadid</em> berasal dari <em>sadda</em> yang berarti menutup, membendung, atau menghalangi. <em>Qawlun sadid</em> yang diucapkan berfungsi untuk mencegah terjadinya kemungkaran dan kezaliman. Bukti ketaqwaan seseorang mukmin diantaranya gemar mengucapkan perkataan ini (QS. Al-ahzab : 70).<br />
&nbsp;<br />
Keempat, <b><em>qawlun baligh</em></b> (ucapan yang efektif dan efesien). Ini adalah ucapan yang cermat, padat berisi, mudah dipahami, dan tepat mengenai sasaran alias tidak ngelantur. Tipe perkataan ini akan berpengaruh kuat bagi pendengarnya (QS An-nisa : 63).<br />
&nbsp;<br />
Kelima, <b><em>qawlun karim</em></b> (perkataan yang mulia) ia adalah tutur kata yang bersih dari kecongkakkan dan nada merendahkan atau meremehkan lawan bicara. Terdapat semangat memuliakan, menghormati, dan menghargai terhadap lawan bicara dalam <em>qawlun karim</em> tersebut (QS. Alisra : 23).<br />
&nbsp;<br />
Keenam, <b><em>Qawlun masyur</em></b> (ucapan yang layak dan pantas) <em>masyur</em> arti asalnya adalah memudahkan. Ucapan ini mengandung unsur memudahkan segala kesukaran yang menimpa orang lain, dan menghiburnya guna meringankan beban kesedihan (QS Al-Isra : 28).<br />
&nbsp;<br />
Ketujuh, <b><em>qawlun layyin</em></b> (tutur kata yang lemah lembut). Kelembutan diharapkan dapat menundukkan kekerasan, sebagaimana air dapat memadamkan api, inilah pesan Allah kepada nabi Musa dan nabi Harun ketika keduanya hendak menghadap Fir’aun yang zalim (QS. Thaha : 44).<br />
&nbsp;<br />
Rasulallah SAW pun mengingatkan; “<em>(muslim terbaik) ialah yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya (perbuatannya).</em>” HR. Bukhari dan Muslim). Semoga lisan, tulisan dan tindakan kita, senantiasa sesuai dengan tuntunan Ilahi dan para nabi, Amiiin.<br />
&nbsp;<br />
Sumber  <b>Koran Republika</b> (23 februari 2010)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=441&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/26/441/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/etika_berbicara.gif" medium="image">
			<media:title type="html">etika_berbicara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Bank Syariah di Indonesia</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/25/perkembangan-bank-syariah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/25/perkembangan-bank-syariah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 01:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[6 Bank Umum Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Umum Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Mudharabah]]></category>
		<category><![CDATA[Murabahah]]></category>
		<category><![CDATA[Musyarakah]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Bank Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Bank Syariah di Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan eksistensi ekonomi syariah. Bank muamalat sebagai bank syariah pertama dan menjadi pioneer bagi bank syariah lainnya telah lebih dahulu menerapkan system ini ditengah menjamurnya bank-bank konvensional. Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 telah menenggelamkan bank-bank konvensional dan banyak yang dilikuidasi karena kegagalan system bunganya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=274&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/invest-murni-syariah.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-382" title="invest-murni-syariah" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/invest-murni-syariah.gif?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<div style="padding-left:2.5em;">Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan eksistensi ekonomi syariah. Bank muamalat sebagai bank syariah pertama dan menjadi pioneer bagi bank syariah lainnya telah lebih dahulu menerapkan system ini ditengah menjamurnya bank-bank konvensional. Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 telah menenggelamkan bank-bank konvensional dan banyak yang dilikuidasi karena kegagalan system bunganya. Sementara perbankan yang menerapkan system syariah dapat tetap eksis dan mampu bertahan.<br />
&nbsp;<br />
Tidak hanya itu, di tengah-tengah krisis keuangan global yang melanda dunia pada penghujung <span id="more-274"></span>akhir tahun 2008, lembaga keuangan syariah kembali membuktikan daya tahannya dari terpaan krisis. Lembaga-lembaga keuangan syariah tetap  stabil dan memberikan keuntungan, kenyamanan serta keamanan bagi para pemegang sahamnya, pemegang surat berharga, peminjam dan para penyimpan dana di bank-bank syariah.<br />
&nbsp;<br />
Hal ini dapat dibuktikan dari keberhasilan bank Muamalat melewati krisis yang terjadi pada tahun 1998 dengan menunjukkan kinerja yang semakin meningkat dan tidak menerima sepeser pun bantuan dari pemerintah dan pada krisis keuangan tahun 2008, bank Muamalat bahkan mampu memperoleh laba Rp. 300 miliar lebih.<br />
&nbsp;<br />
Perbankan syariah sebenarnya dapat menggunakan momentum ini untuk menunjukkan bahwa perbankan syariah benar-benar tahan dan kebal krisis dan mampu tumbuh dengan signifikan. Oleh karena itu perlu langkah-langkah strategis untuk merealisasikannya.<br />
&nbsp;<br />
Langkah strategis pengembangan perbankan syariah yang telah di upayakan adalah pemberian izin kepada  bank  umum konvensional  untuk  membuka  kantor  cabang Unit Usaha Syariah (UUS) atau konversi sebuah bank konvensional menjadi bank syariah. Langkah strategis ini merupakan respon dan inisiatif dari perubahan Undang &#8211; Undang perbankan no. 10 tahun 1998. Undang-undang pengganti UU no.7 tahun 1992 tersebut mengatur dengan jelas landasan hukum dan jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah.</div>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="1" width="200" align="center">
<tbody>
<tr>
<td colspan="9" align="left" bgcolor="green"><span style="color:white;">Tabel 1.1 Perkembangan Bank Syariah Indonesia</span></td>
</tr>
<tr align="center" bgcolor="#33ccff">
<td>Indikasi</td>
<td>1998
<p>KP/UUS</p>
</td>
<td>2003
<p>KP/UUS</p>
</td>
<td>2004
<p>KP/UUS</p>
</td>
<td>2005
<p>KP/UUS</p>
</td>
<td>2006
<p>KP/UUS</p>
</td>
<td>2007
<p>KP/UUS</p>
</td>
<td>2008
<p>KP/UUS</p>
</td>
<td>2009
<p>KP/UUS</p>
</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>BUS</td>
<td>1</td>
<td>2</td>
<td>3</td>
<td>3</td>
<td>3</td>
<td>3</td>
<td>5</td>
<td>6</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>UUS</td>
<td>-</td>
<td>8</td>
<td>15</td>
<td>19</td>
<td>20</td>
<td>25</td>
<td>27</td>
<td>25</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>BPRS</td>
<td>76</td>
<td>84</td>
<td>88</td>
<td>92</td>
<td>105</td>
<td>114</td>
<td>131</td>
<td>139</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table align="center">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Sumber : BI, Statistik Perbankan Syariah, 2009.</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="1">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3">Keterangan :</td>
</tr>
<tr>
<td>BUS</td>
<td>=</td>
<td>Bank Umum Syariah</td>
</tr>
<tr>
<td>UUS</td>
<td>=</td>
<td>Unit Usaha Syariah</td>
</tr>
<tr>
<td>BPRS</td>
<td>=</td>
<td>Bank Perkreditan Rakyat Syariah</td>
</tr>
<tr>
<td>KP/UUS</td>
<td>=</td>
<td>Kantor Pusat/Unit Usaha Syariah</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<div style="padding-left:2.5em;">Tabel 1.1 menunjukkan perkembangan perbankan syariah berdasarkan laporan tahunan BI 2009 (Desember 2009). secara kuantitas, pencapaian perbankan syariah sungguh membanggakan dan terus mengalami peningkatan dalam jumlah bank. Jika pada tahun 1998 hanya ada satu Bank Umum Syariah dan 76 Bank Perkreditan Rakyat Syariah, maka pada Desember 2009 (berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia) jumlah bank syariah telah mencapai 31 unit yang terdiri atas 6 Bank Umum Syariah dan 25 Unit Usaha Syariah. Selain itu, jumlah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) telah mencapai 139 unit pada periode yang sama.</div>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="1" width="300" align="center">
<tbody>
<tr>
<td colspan="8" bgcolor="green"><span style="color:white;">Tabel 1.2 Indikator Utama Perbankan Syariah (dalam milyar rupiah)</span></td>
</tr>
<tr align="center" bgcolor="#33ccff">
<td>Indikasi</td>
<td>2003</td>
<td>2004</td>
<td>2005</td>
<td>2006</td>
<td>2007</td>
<td>2008</td>
<td>2009</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>Aset</td>
<td>7.945</td>
<td>15.210</td>
<td>20.880</td>
<td>28.722</td>
<td>36,537</td>
<td>49.555</td>
<td>66.090</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>DPK</td>
<td>5.725</td>
<td>11.718</td>
<td>15.584</td>
<td>20.672</td>
<td>28.011</td>
<td>36.852</td>
<td>52.271</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>Pembiayaan</td>
<td>5.561</td>
<td>11.324</td>
<td>15.270</td>
<td>20.445</td>
<td>27.944</td>
<td>38.198</td>
<td>46.886</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>FDR</td>
<td>97,14%</td>
<td>96,64%</td>
<td>97,76%</td>
<td>98,90%</td>
<td>99.76%</td>
<td>103.65%</td>
<td>89.70%</td>
</tr>
<tr align="center">
<td>NPF</td>
<td>2,34%</td>
<td>2,38%</td>
<td>2,82%</td>
<td>4,75%</td>
<td>4,07%</td>
<td>3.95%</td>
<td>4.01%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table align="center">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Sumber : BI, Statistik Perbankan Syariah, 2009.</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="padding-left:2.5em;">Tabel 1.2 menunjukkan perkembangan terakhir indikasi-indikasi perbankan syariah. Perkembangan asset perbankan syariah meningkat sangat signifikan dari akhir tahun 2008 sampai dengan akhir tahun 2009 sebesar lebih dari 33.37 persen. Penghimpunan dana dan pembiayaan mencapai peningkatan  sebesar  41.84 dan 22.74 persen.<br />
&nbsp;<br />
Jika  dilihat  dari  rasio  pembiayaan  yang  disalurkan  dengan  besarnya  dana pihak  ketiga  (DPK)  yang  dinyatakan  dengan  nilai Financing  to Deposit  Ratio (FDR),  maka bank syariah memiliki rata-rata FDR sebesar 97.65 persen. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya, pada tahun 2008 Financing to Defosit Ratio perbankan syariah lebih dari 100 %. Tingginya tingkat FDR tersebut karena pembiayaan yang disalurkan selama bulan maret – November 2008 lebih besar dari Dana Pihak ketiga.<br />
&nbsp;<br />
Yang perlu di catat disini adalah, meskipun pembiayaan yang disalurkan lebih besar dari DPK, tetapi tingkat kegalalan bayar atau yang dinyatakan dalam Non Performing Financing (NPF) ternyata lebih sedikit dari periode tahun 2006-2007, yakni hanya sebesar 3.95%, masih dibawah batas ketentuan minimal sebesar 5 persen. Artinya bank syariah betul betul menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan dengan tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian. Selain itu juga, secara keseluruhan perbankan syariah relatif lebih sehat.</div>
<p>&nbsp;</p>
<table style="height:169px;" border="1" cellspacing="1" cellpadding="1" width="419" align="center">
<tbody>
<tr>
<td colspan="7" bgcolor="green"><span style="color:white;">Tabel 1.3. Perbandingan Pangsa Perbankan Syariah Terhadap Total Bank</span></td>
</tr>
<tr align="center">
<td rowspan="2" align="center"></td>
<td colspan="2" bgcolor="yellow">Islamic Bank(Des 08)</td>
<td bgcolor="yellow">Total Bank</td>
<td colspan="2" bgcolor="yellow">Islamic Bank(Des 09)</td>
<td bgcolor="yellow">Total Bank</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#33ccff">Nominal</td>
<td bgcolor="#33ccff">Share</td>
<td></td>
<td bgcolor="#33ccff">Nominal</td>
<td bgcolor="#33ccff">Share</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>Total Asset</td>
<td>49,56</td>
<td>2.14%</td>
<td>2,310.60</td>
<td>66,09</td>
<td>2.61%</td>
<td>2,534.10</td>
</tr>
<tr>
<td>Deposit Fund</td>
<td>36,85</td>
<td>2.10%</td>
<td>1,753.30</td>
<td>52,27</td>
<td>2.65%</td>
<td>1,973.00</td>
</tr>
<tr>
<td>Credit Financial Extended</td>
<td>38,20</td>
<td align="center">-</td>
<td align="center">-</td>
<td>46,88</td>
<td align="center">-</td>
<td align="center">-</td>
</tr>
<tr>
<td>FDR/LDR</td>
<td>103.66%</td>
<td align="center">-</td>
<td align="center">-</td>
<td>89.70%</td>
<td align="center">-</td>
<td align="center">-</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table align="center">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Sumber : BI, Statistik Perbankan Syariah, 2009</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<div style="padding-left:2.5em;">Pada tabel 1.3 terlihat bahwa pangsa perbankan syariah meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2008 pada bulan yang sama, yaitu asset menjadi 2.61% meningkat sebesar 0.47% , Deposit Fund atau DPK juga mengalami pertumbuhan menjadi 2,02%, meningkat 0,24%. hal ini menunjukkan kinerja dan potensi perbankan syariah mengalami perkembangan yang baik.</div>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Gb. 1.4. Komposisi Pembiayaan Bank Syariah</strong><br />
&nbsp;<br />
<a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/grafik_porsi-pembiayaan.gif"><img src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/grafik_porsi-pembiayaan.gif?w=300&#038;h=98" alt="" title="grafik_porsi-pembiayaan" width="300" height="98" class="aligncenter size-medium wp-image-431" /></a></p>
<div style="padding-left:2.5em;">Pada table 1.4 terlihat bahwa persentase pembiayaan murabahah dengan prinsip jual-beli yang dilakukan oleh perbankan syariah mendominasi jauh di atas dari pembiayaan mudharabah dan musyarokah. Pada tahun 2003 terjadi perberdaan terbesar dimana persentase pembiayaan mudharabah dan musyarokah hanya sebesar 14,36 dan 5,53 persen sedangkan pembiayaan murabahah sebesar 70,81 persen. Namun sayangnya, meskipun pembiayaan dengan prinsip jual – beli selalu mengalami penurun setiap tahunnya namun jumlah persentasenya tidak pernah kurang dari lima-puluh persen.<br />
&nbsp;<br />
Semestinya, pembiayaan dengan akad mudharabah dan akad musyarakah harus lebih banyak. Karena pada akad inilah karakteristik dasar perbankan syariah terbentuk. Kedua akad tersebut merupakan akad dengan sistem bagi hasil. Perbankan syariah dengan sistem bagi hasil inilah yang menjadi pembeda dengan bank konvensional.</div>
<p>&nbsp;<br />
Wallahu &#8216;alam<br />
&nbsp;<br />
Bahan Referensi <span style="color:blue;"><b><a href="http://www.bi.go.id/biweb/Templates/Perbankan/Default_Indikator_Perbankan_ID.aspx?NRMODE=Published&amp;NRORIGINALURL=%2fweb%2fid%2fPerbankan%2fIndikator%2bPerbankan%2f&amp;NRNODEGUID={1C4261FE-348A-43E4-AECF-5ED4CDA78F7C}&amp;NRCACHEHINT=Guest">http://www.bi.go.id</a></b></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=274&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/25/perkembangan-bank-syariah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/invest-murni-syariah.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">invest-murni-syariah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/grafik_porsi-pembiayaan.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">grafik_porsi-pembiayaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Free Trade Indonesia China &#8220;Aku Cinta Produk Indonesia&#8221;</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/20/free-trade-aku-cinta-produk-indonesia/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/20/free-trade-aku-cinta-produk-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 11:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Aku Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Aku Cinta Produk Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[CAFTA]]></category>
		<category><![CDATA[deindustrialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Free Trade CAFTA]]></category>
		<category><![CDATA[Free Trade Indonesia China "Aku Cinta Produk Indonesia"]]></category>
		<category><![CDATA[Free Trade Indonesian China]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Bebas CAFTA]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan bebas China dan Asean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Hampir dua bulan berjalan atau tepatnya tanggal 1 Januari 2010 perdagangan bebas antara Cina dengan Asean -termasuk Indonesia- diterapkan. Dengan adanya perdagangan bebas ini berarti berlaku tarif masuk hingga nol persen. Lalu siapa yang diuntungkan dan di rugikan dengan adanya perdagangan bebas ini? Jika Indonesia merasa dirugikan, seberapa besarkah dampak pengaruhnya terhadap aktivitas perdagangan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=192&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/pedagang.gif"><img class="left size-full wp-image-198 alignleft" style="margin-right:20px;" title="pedagang-tajir" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/pedang-tajir.gif?w=510" alt=""   /></a>
<div style="text-indent:2.5em;"><font size="2">Hampir dua bulan berjalan atau tepatnya tanggal 1 Januari 2010 perdagangan bebas antara Cina dengan Asean -termasuk Indonesia- diterapkan.  Dengan adanya perdagangan bebas ini berarti berlaku tarif masuk hingga nol persen. Lalu siapa yang diuntungkan dan di rugikan dengan adanya perdagangan bebas ini? Jika Indonesia merasa dirugikan, seberapa besarkah dampak pengaruhnya terhadap aktivitas perdagangan di Indonesia, khususnya kepada para konsumen, pedagang maupun dari pihak produsen atau perusahaan industri Qt dalam negeri. Lalu bagaimana nasib para karyawan-karyawan yang bernaung diperusahaan industri tersebut?</div>
<div style="text-indent:2.5em;">Jika merujuk pendapat dari kalangan ekonom, mereka memperkirakan dampak dari perdagangan bebas ini akan membuat banyak industri nasional <span id="more-192"></span>gulung tikar karena kalah bersaing. Nah loh&#8230;., akibatnya, angka pengangguran diperkirakan melonjak. Selain itu juga melihat dari neraca perdagangan antara Indonsia – China, bukannya menunjukkan angka surflus malah menunjukkan angka defisit yang semakin lama semakin membesar dari tahun lalu. Hal ini akan mempersempit kesempatan kerja  dan mempercepat proses deindustrialisasi.</div>
<div style="text-indent:2.3em;"><font size="2">Apaan tuh deindustrialisasi? mengutip dari sumber  <a href="http://insidewinme.blogspot.com/2008/02/gejala-deindustrialisasi-yang-dimaksud.html"><span style="color:blue;">disini</span></a>,  yang dimaksud dengan deindustrialisasi adalah menurunnya peran industri dalam perekonomian secara menyeluruh. Deindustrialisasi ditandai dengan penurunan absolut dalam aktivitas industri manufaktur, khususnya bila diukur dari penyerapan lapangan kerja dan penurunan unit usaha dalam suatu daerah dalam jangka panjang.</div>
<div style="text-indent:2.5em;">Sebagaimana diketahui, China juga jauh lebih agresif mendorong ekspor ke luar negeri dalam bentuk skema kebijakan dan mendorong industri bersaing secara produktif. China bahkan menerapkan tarif pajak hingga nol persen yang secara langsung menekan harga ekspor. Oleh karenanya  harga yang lebih kompetititf dan unggul dalam kualitas dari  China akan lebih banyak menghiasi Indonesia setelah diberlakukannya FTA ini.</div>
<div style="text-indent:2.5em;">Jauh sebelum perjanjian kontrak ini saja pun produk-produk China telah membanjiri pasar secara tidak terkendali dan sudah sangat leluasa masuk ke dalam negeri. Ditambah lagi banyaknya penyelundupan-penyelundupan dari negeri tirai bambu tersebut tentu akan membuat kondisi industri Qt semakain terpuruk dan mati.</div>
<div style="text-indent:2.5em;">Mentelaah lebih jauh, banyak yang mengakui bahwasannya hampir kebanyakan –tidak semuanya- dari produk-produk china ternyata memang lebih murah dan lebih berkwalitas jika dibandingkan dengan produk dalam negeri dengan produk yang sejenis.  Tentunya yang merasa diuntungkan dengan masuknya produk-produk import adalah para konsumen  dan sebagian pedagang yang menjual produk-produk import khususnya dari China. Kenapa konsumen diuntungkan? Iya, karena mereka dapat berkesempatan membelanjakan uangnya untuk membeli produk produk tersebut dengan harga yang lebih murah tapi kwalitas lebih bagus.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-indent:2.5em;">Lalu bagaimana nasib bagi para produsen /perusahaan industri dan para pedagang lokal yang memang setia menjual produk hasil karya dalam negeri. Tentu mereka harus besaing keras tuk menghadapi perdangan bebas ini. Ada kekhwatiran, bahwasannya mereka akan lebih memilih beralih profesi menjadi importer kerena ketidakmampuan mereka menghadapi persaingan bebas ini. Jika hal ini terjadi maka bahaya deindustrialisasi di Indonesia tidak dapat terelakan. Artinya banyak perusahaan-perusahaan yang akan tutup alias gulung tikar dan tentunya pengangguran akan semakin banyak disebabkan tidak adanya kesempatan kerja yang cukup.</div>
<div style="text-indent:2.5em;">Jika berkaca pada produk-produk China, sebenarnya daya saing Indonesia sudah sangat jauh, produksi china harganya pun lebih rendah, bahkan lebih rendah dari produksi Indonesia. Kok bisa ya&#8230; produk china lebih murah dibandingkan Qt?. Menurut informasi  yang saya peroleh… ada beberapa hal mengapa kok mereka bisa lebih murah.</div>
<p><span style="color:red;font-size:x-small;"><em>Pertama</em></span>,  Pemerintah China dengan sangat sadar mendukung industrinya. Mereka menyediakan  kredit ekspor yang diberikan kepada peminjam/para industri rumah tangga dengan pinjaman yang lunak. Bunganya Cuma 3 persen. Lah kalo disini, bunganya dari 12 hingga 15 persen. Parah&#8230;.. jauh bangeeet bedanya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color:red;font-size:x-small;"><em>Kedua</em></span>, jika mereka tidak memiliki keahlian dalam kerajinan tangan ataupun lainnya mereka diberikan kesempatan untuk latihan/training khusus. Selain itu juga mereka diberi tempat khusus/balai latihan kerja.</p>
<p><span style="color:red;font-size:x-small;"><em>Ketiga</em></span>,  di setiap  perumahan industri, pemerintah China menerapkan biaya listrik murah.</p>
<p><span style="color:red;font-size:x-small;"><em>Keempat</em></span>, Jika mereka ingin membuat tempat usaha, namun belum ada tempatnya, pemerintah siap memberikan tempat tuk usaha.</p>
<p><span style="color:red;font-size:x-small;"><em>Kelima</em></span>, supaya biaya produksi tidak tinggi, pemerintah melakukan pengontrolan upah tenaga kerja disetiap unit industri kerja. Selain itu juga mereka membuat kelompok-kelompok yang terikat dalam satuan industri yang didukung pusat dan daerah.</p>
<p><span style="color:red;font-size:x-small;"><em>Keenam</em></span>, pemerintah China membantu dana tuk memprosikan produk-produk mereka supaya dikenal masyarakat.</p>
<p><span style="color:red;font-size:x-small;"><em>Ketujuh</em></span>, kebijakan pemerintah China mem ”peg” mata uangnya sehingga jauh di bawah nilai wajarnya. Inilah faktor terpenting mengapa produk China bisa murah. Mem “Peg” maksudnya, mengaitkan mata uang suatu negara ke mata uang negara lain, seperti terhadap dollar AS. Akibatnya, produk-produk China bisa lebih murah secara artifisial.</p>
<div style="text-indent:2.5em;">Lalu bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia terhadap nasib para pedagang/perusahaan industri Qt? Mhm&#8230; mengurus perizinan usaha aja susahnya setengah mati, belum lagi biaya2 yang dikeluarkan untuk ngurus inilah&#8230;itulah….Bayar inilah….itulah&#8230;belum lagi pungutan liar lainnya. Weleh…weleh… <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  </div>
<div style="text-indent:2.5em;">Selain itu juga belum terpenuhinya ketersedian bahan baku yang memadai, kemudahan dalam memperoleh modal usaha dari Bank &#8211; kalau belum ada pengalaman dalam usaha sebelumnya, pinjaman dari bank gak bakalan dikasih, beban biaya listrik masih mahal, penyediaan seperti balai atau rumah2 yang dapat dijadikan “home industri” dari pemerintah juga belum kedengaran, di tambah lagi peraturan pemerintah yang tidak jelas, merupakan penghambat bagi perkembangan industri didalam negeri.</div>
<div style="text-indent:2.5em;">Bagaimana cara menumbuhkan daya saing yang kompetitif/seimbang supaya bisa melindungi perusahaan industri yang ada didalam negeri?. Dengan memiliki potensi kekayaan akan sumber daya alam dan potensi sumber manusianya, sebenarnya Qt mampu.</div>
<div style="text-indent:2.5em;">Qt harus belajar dari mereka. Industri-industri yang meliputi hajat hidup masyarakat dalam skala besar harus bisa dilindungi agar tidak dimakan produk industri dari China. Pemerintah perlu negosiasi ulang kesepakatan perdagangan, terutama untuk sektor-sektor yang belum siap. Pemerintah harus sungguh2 memberikan bantuan kepada perusahaan industri khususnya UKM sebagaimana kebijakan yang diterapkan pemerintah China terhadap para “home indutrinya”. Dan menurut saya adalah Gerakan Cinta Produk Indonesia harus kembali ditabuhkan kembali. Tumbuhkan dalam diri Qt tuk selalu mencintai produk Indonesia.</div>
<p>Misalnya Qt buat banner atau stiker dipasang di depan toko/mall dengan tulisan “<em><span style="color:red;">Membeli 1 produk Kami berarti anda telah menyelamatkan satu karyawan kami dari PHK.</span></em>&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
atau dengan membuat produk dengan logo seperti dibawah ini :</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/batik_indonesia.gif"><img class="size-full wp-image-208 aligncenter" title="batik_indonesia" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/batik_indonesia.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
<span style="color:red;font-size:medium;">“I love U Pull Produk Indonesia”</span></p>
<p></font><br />
Wallahu’alam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=192&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/20/free-trade-aku-cinta-produk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/pedang-tajir.gif" medium="image">
			<media:title type="html">pedagang-tajir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/batik_indonesia.gif" medium="image">
			<media:title type="html">batik_indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Halaman Baru di WordPress</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/18/membuat-halaman-baru-di-wordpress/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/18/membuat-halaman-baru-di-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 17:16:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Info Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara membuat halaman baru]]></category>
		<category><![CDATA[cintasyariah wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[halaman baru]]></category>
		<category><![CDATA[halaman baru wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[membuat halaman baru]]></category>
		<category><![CDATA[ruslanwahab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya baru saja bergabung dengan dunia blog yang bernama WordPress. sebagai user baru di WP, terus terang saya masih &#8220;gelap&#8221; apa saja fungsi-fungsi dan bagaimana kerjanya dari menu-menu dan tombol yang ada di halaman admin saya ini. Setelah beberapa lamanya searching di om Google, akhirnya saya menemukan banyak tips yang berguna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=129&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya baru saja bergabung dengan dunia blog yang bernama <a href="http://cintasyariah.wordpress.com/"><font color="blue">WordPress</font></a>. sebagai user baru di WP, terus terang saya masih &#8220;gelap&#8221; apa saja fungsi-fungsi dan bagaimana kerjanya dari menu-menu dan tombol yang ada di halaman admin saya ini.<br />
Setelah beberapa lamanya searching di om Google, akhirnya saya menemukan banyak tips yang berguna khususnya bagi saya dalam mempelajari WP lebih jauh.</p>
<p>Hal yang pertama saya pikirkan, ketika melihat-lihat blog saya yang masih sunyi sepi alias belum banyak isinya adalah <span id="more-129"></span>bagaimana cara menambah page halaman baru disamping &#8220;beranda&#8221; halaman utama. </p>
<p>Tujuan saya dengan menambah page baru tersebut ingin membuat halaman &#8220;about me&#8221;, supaya pengujung yang datang ke sini mengetahui lebih dekat siapa dari pemilik blog ini. xiixixixi&#8230;&#8230;ingin promosi sedikit tentang saya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Tidak hanya halaman &#8220;about me&#8221;, sebenarnya Qt pun bisa membuat tambahan halaman baru sesuai judul atau tema yang Qt inginkan, misalnya halaman &#8220;buku tamu&#8221; &#8220;daftar menu&#8221; &#8220;tukeran link&#8221; atau yang lainnya.</p>
<p>Nah&#8230;&#8230;sebatas ingin berbagi pengetahuan sedikit yang saya peroleh, oleh karena itu saya ingin <em>share</em> cara bagaimana Membuat Halaman Baru di WordPress. Bagi yang belum mengetahui mudah-mudahan tips simpel ini berguna bagi Anda. </p>
<p>Ok deh&#8230;tanpa panjang lebar lagi, Qt mulai deh tips yang pertama dari saya:</p>
<p>1. Pada menu &#8220;Dashboard yang ada pada halaman admin anda, pilih tab &#8220;pages&#8221; (jika setting interface language-nya bahasa inggris) atau &#8220;halaman&#8221; (jika bahasa Indonesia) dan pilih tab &#8220;Add New&#8221;</p>
<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/dash11.gif"><img src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/dash11.gif?w=510" alt="" title="page_title"   class="aligncenter size-full wp-image-148" /></a></p>
<p>2. Kemudian muncul halaman &#8220;Add New Page&#8221;. Pada kolom judulnya anda bisa isi sesuai keinginan anda, misalnya &#8220;Tentang Aku&#8221; dan kolom dibawahnya bisa diisi informasi2 singkat atau gambaran umum dengan tujuan untuk memperjelas tentang &#8220;Siapa Aku&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/new_page.gif"><img src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/new_page.gif?w=269&#038;h=300" alt="" title="new_page" width="269" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-156" /></a></p>
<p>3. Pada menu Attribut yang berada di samping kanan kolom, pilih &#8220;Main page&#8221; atau halaman utama </p>
<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/attrib.gif"><img src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/attrib.gif?w=510" alt="" title="attrib"   class="aligncenter size-full wp-image-169" /></a></p>
<p>4. Kemudian untuk mengetahui hasil penambahan halamanya, klik &#8220;publish&#8221;</p>
<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/publish.gif"><img src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/publish.gif?w=510" alt="" title="Publish"   class="aligncenter size-full wp-image-173" /></a></p>
<p>begitulah kira2 yang saya tahu bagaimana menambahkan halaman baru di WordPress. walaupun bahasanya &#8221; garing&#8221;, semoga bermanfaat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=129&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/18/membuat-halaman-baru-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/dash11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">page_title</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/new_page.gif?w=269" medium="image">
			<media:title type="html">new_page</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/attrib.gif" medium="image">
			<media:title type="html">attrib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/publish.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Publish</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasar Keuangan Syariah</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/15/pasar-keuangan-syariah/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/15/pasar-keuangan-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 07:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Modal Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Pasar Keuangan Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[   <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=49&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keberadaan  Pasar Keuangan Syariah di Indonesia mutlak dibutuhkan bagi kalangan investor muslim pada khususnya yang ingin menanamkan dananya dalam bentuk obligasi (surat utang) dengan menerapkan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil berinvestasi merupakan jalan alternatif untuk menghindari keharaman sistem bunga (konvensional) yang selama ini telah ada dalam dunia praktek perbankan dan investasi di Indonesia. Selain itu juga menjadi alternatif terbaik dalam mencapai kesejahteraan masyarakat yang adil dan efesien.</p>
<p>Untuk mewujudkan Pasar Keuangan yang adil maka <span id="more-49"></span>setiap lapisan masyarakat harus terpenuhi keinginannya dalam berinvestasi dan berusaha. Hal ini sesuai dengan prinsip ajaran Islam yang diperuntukkan untuk <em>rahmatan lil a’lamin</em>, dan prinsip bekerja sesuai dengan kemampuan.</p>
<p>Ada dua pilihan dalam berinvestasi, jangka panjang (<em>long term</em>) dan jangka pendek (short term). Pasar modal  merupakan lembaga yang melayani investasi dalam Jangka panjang (lebih dari satu tahun), dan memiliki risiko tinggi, sedangkan Pasar Uang memfasilitasi investasi jangka pendek dan berisiko rendah. Salah  satu instrument investasi yang ada di pasar modal adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.</p>
<p><strong>Pengertian Pasar Keuangan Syariah</strong></p>
<p>Adalah pertemuan antara pihak kedua (bank) yang memiliki kelebihan dana (surflus fund) dengan pihak (bank) yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan berbagai instrumen keuangan atau sekuritas yang diterbitkan oleh pemerintah ataupun swasta.</p>
<p><strong>Tujuan di bentuknya Pasar Keuangan Syariah </strong></p>
<ol>
<li>Karena adanya perbedaan prinsip antara keuangan syariah dengan konvensional</li>
<li>Menjebatani (intermidity) proses pemindahan dana</li>
<li>Mendorong pembentukan modal</li>
<li>Menciptakan transaksi harga pasar keuangan yang sesuai syariah</li>
<li>Sebagai tantangan untuk menciptakan Pasar Keuangan Syariah (PKS) yang efektif dan innovatif.</li>
</ol>
<p><strong> Konsep Lembaga Keuangan Syariah yang Sesuai Dalam Al-quran </strong></p>
<ol>
<li>Lembaga yang memiliki unsur struktur (kaum, ummat), manajemen pemerintah (almuluk), negara (balad), pasar (suq)</li>
<li>Konsep yang merujuk pada ekonomi seperti zakat, shadaqah, qhanimah, bai’, dain, dll</li>
<li>Konsep akuntability (QS. Al-Baqarah 283)</li>
<li>Konsep trust (QS. Al-Baqarah 283)</li>
<li>Konsep keadilan (QS. 6:70; QS. 4:3, 128, dan 135; QS. 5:8)</li>
<li>Konsep tawsiah sabar dan kebenaran (QS. Al-Ashr 1-3)</li>
</ol>
<p><strong> Karakter Pasar Modal Syariah </strong></p>
<ol>
<li>Semua saham diperjualbelikan pada bursa efek</li>
<li>Bursa perlu mempersiapkan pasca perdagangan dimana saham dapat diperjualbelikan melalui pialang</li>
<li>Semua perusahaan yang mempunyai saham yang dapat diperjualbelikan pada bursa efek diminta menyampaikan informasi tentang perhitungan (account), keuntungan dan kerugian.</li>
<li>Komite manajemen menerapkan harga saham tertinggi (HST) tiap-tiap perusahaan dengan interval waktu tidak lebih dari 3 bulan.</li>
<li>Saham tidak boleh diperdagangkan dengan harga lebih tinggi dari HST</li>
<li>Saham dapat dijual dengan harga dibawah HST</li>
<li>HST ditetapkan dengan rumus:</li>
</ol>
<p><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/hst.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-56" title="hst" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/hst.gif?w=510" alt=""   /></a>References:</p>
<ol>
<li>Drs. Muhammad, M, Ag. .Manajemen Bank Syariah, UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2002.</li>
<li>Heri Sudarsono. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, , Ekonosia, Yogyakarta, Juni 2004.</li>
</ol>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:1052px;width:1px;height:1px;"><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;--></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">HST =</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Jumlah Kekayaan bersih perusahaan</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US">Jumlah Saham Yang </span><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Diterbitkan</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[if !vml]--></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="134" height="941"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td><img src="/DOCUME%7E1/ruslan/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="280" height="76" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=49&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/15/pasar-keuangan-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/hst.gif" medium="image">
			<media:title type="html">hst</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Katak Kecil</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/14/cerita-tentang-katak-kecil/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/14/cerita-tentang-katak-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 23:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Katak]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Katak Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Tentang Katak Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[cintasyariah]]></category>
		<category><![CDATA[Katak Tuli]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Katak Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[ruslanwahab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,&#8230; … yang menggelar lomba lari Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta&#8230; Perlombaan dimulai&#8230; Secara jujur: Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara: &#8220;Oh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=21&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak1.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-22" title="katak" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak1.gif?w=234&#038;h=300" alt="" width="234" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak21.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-23" title="katak2" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak21.gif?w=300&#038;h=23" alt="" width="300" height="23" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong> <strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>… yang menggelar lomba lari</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tujuannya adalah </strong><strong>mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi</strong><strong>.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/menara1.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-24" title="menara" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/menara1.gif?w=510" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak32.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-25" title="katak3" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak32.gif?w=300&#038;h=37" alt="" width="300" height="37" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Perlombaan dimulai&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak4.gif"><img class="size-medium wp-image-26    aligncenter" title="katak4" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak4.gif?w=300&#038;h=22" alt="" width="300" height="22" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Secara jujur:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa <font color="blue"><span id="more-21"></span></font> katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Terdengar suara:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Oh, jalannya terlalu sulitttt!!</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Mereka  TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>atau:</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Tidak ada kesempatan untuk berhasil&#8230;Menaranya terlalu tinggi&#8230;!!</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak6.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-27" title="katak6" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak6.gif?w=510" alt=""   /></a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8230; Kecuali mereka  yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi&#8230;dan semakin tinggi..</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak5.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-28" title="katak5" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak5.gif?w=221&#038;h=22" alt="" width="221" height="22" /></a></strong><strong>Penonton terus bersorak</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Terlalu sulit!!! Tak sekatakpun akan berhasil!&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak33.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-31" title="katak3" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak33.gif?w=300&#038;h=37" alt="" width="300" height="37" /></a><br />
</strong><strong>Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah&#8230; </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8230;Tapi ada  SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi&#8230; </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak8.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-32" title="katak8" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak8.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dia tak akan menyerah!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali  satu katak kecil yang telah berusaha keras  menjadi  satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak9.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-33" title="katak9" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak9.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Seekor katak peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak10.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-34" title="katak10" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak10.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ternyata&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak11.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-35" title="katak11" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak11.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kata bijak dari cerita ini adalah:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak12.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-36" title="katak12" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak12.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis&#8230; </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>…karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Karena itu:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tetaplah selalu&#8230;.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/jempol.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-37" title="jempol" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/jempol.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</strong><br />
<strong><em><br />
</em></strong><strong><em><span style="text-decoration:underline;">POSITIVE!</span></em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak14.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-38" title="katak14" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak14.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</span></em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Dan yang terpenting:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/kayak13.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-39" title="kayak13" src="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/kayak13.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;">Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!<strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Selalu berpikirlah:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">I can do this!</span></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kirim pesan ini kepada minimal 5 temanmu.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Berikan mereka motivasi!!!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Karena teman yang baik adalah teman yang bisa saling memberi motivasi satu sama lain.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=21&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/14/cerita-tentang-katak-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak1.gif?w=234" medium="image">
			<media:title type="html">katak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak21.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">katak2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/menara1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">menara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak32.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">katak3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak4.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">katak4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">katak6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak5.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">katak5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak33.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">katak3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">katak8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak9.gif" medium="image">
			<media:title type="html">katak9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak10.gif" medium="image">
			<media:title type="html">katak10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">katak11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak12.gif" medium="image">
			<media:title type="html">katak12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/jempol.gif" medium="image">
			<media:title type="html">jempol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/katak14.gif" medium="image">
			<media:title type="html">katak14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintasyariah.files.wordpress.com/2010/02/kayak13.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kayak13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASURANSI</title>
		<link>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/13/asuransi/</link>
		<comments>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/13/asuransi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 07:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RusIan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASURANSI]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[cintasyariah]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Klaim Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan Asuransi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Premi Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[ruslanwahab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintasyariah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[DEFINISI Transaksi yang mewajibkan perusahaan asuransi membayarkan sejumlah uang tertentu kepada nasabah ketika terjadi klaim yang tertera dalam kontrak, hal tersebut disebabkan adanya pembayaran premi yang dilakukan oleh nasabah Landasan مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِيْ تَوَا دِّيْهِمْ وَتَرَا حُمِهِمْ وَتَعَا طُفِهِمْ مِثَلُ الْجَسَدَ اِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عَضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُالْجَسَدِ بِالسَّهَرَ وَالْحُمَى “ Perumpamaan oran-orang yang beriman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=3&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DEFINISI</p>
<p>Transaksi yang mewajibkan perusahaan asuransi membayarkan sejumlah uang tertentu kepada nasabah ketika terjadi klaim yang tertera dalam kontrak, hal tersebut disebabkan adanya pembayaran premi yang dilakukan oleh nasabah</p>
<p>Landasan</p>
<p>مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِيْ تَوَا دِّيْهِمْ  وَتَرَا حُمِهِمْ وَتَعَا طُفِهِمْ مِثَلُ الْجَسَدَ اِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عَضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُالْجَسَدِ بِالسَّهَرَ وَالْحُمَى<br />
“  Perumpamaan oran-orang yang beriman dalam kasih-sayang; saling mengasihi dan mencintai bagaikan tubuh (yang satu); jikalau satu bagian menderita sakit maka bagian lain akan turut menderita.” (HR. Mulim dari Nu’man bin Basyir)<span id="more-3"></span></p>
<p>اَلْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوْطِهِم اِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاََلاً اَوْ اَحَلُّ حَرَامًا<br />
“ Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” ( HR. Timidzi dari ‘Amr bin Auf)</p>
<p>Kaidah Fikih</p>
<p>اَلأَْصْلُ فِى الْمُعَامَلاَتِ الاِْبَاحَةُ اِلاَّ أَنْ يَدُلُّ دَلِيْلٌ عَلَى تَحْرِيْمِهَا,<br />
“ Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkan.”<br />
اَلضَّرَرُ يُزَلُ<br />
“ Kemudharatan harus dihilangkan”</p>
<p>UNSUR DALAM ASURANSI</p>
<ol>
<li> Resiko</li>
<li>Premi, upah untuk asuransi atau harga yang dipungut oleh penjamin agar dapat menjalankan kewajibannya.</li>
<li>Klaim</li>
<li>Kegunaan/Manfaat asuransi</li>
<li>Ijab dan Qabul</li>
</ol>
<p>KEGUNAAN</p>
<ol>
<li>Asuransi memberikan rasa aman</li>
<li>Asuransi dapat dijadikan semacam alat jaminan</li>
<li>Asuransi sebagai sebuah sarana kapitalisasi modal</li>
</ol>
<p>JENIS</p>
<ol>
<li> Asuransi sosial</li>
<li> Asuransi kerugian/ Umum</li>
</ol>
<p>KONTROVERSI ASURANSI KONVENSIONAL</p>
<ol>
<li>Pendapat yang membolehkan.</li>
</ol>
<ul>
<li> Dasar/ hukum asal dalam transaksi adalah legal/sah</li>
<li> Asuransi adalah kebutuhan yang mendesak</li>
<li> Asuransi adalah jenis tolonh-menolong</li>
<li> Dasar hukumnya adalah analogi hukum</li>
<li> Tidak bertentangan dengan kaidah dasar syariah: Riba, Gharar</li>
</ul>
<p>Hal ini dipegang oleh Syekh Abdul Wahab Khalaf, Syekh Abdurrahman Isa, Dr. Nejatullah Siddiqi dengan alasan: selama asuransi itu diselenggarakan oleh pemerintah dan jika untung dikembalikan kepada masyarakat, tidak termasuk akad mufawadah, kalaupun ada garar maka manfaat yang ditimbulkan dari asuransi menjadi boleh.</p>
<p>2. Pendapat yang mengharamkan</p>
<ul>
<li> Riba</li>
<li> Gharar</li>
<li> Perjudian</li>
</ul>
<p>3. Pendapat yang men-subhatkan</p>
<p>Ulama yang berpendapat ini adalah Muhammad Abu Zahrah, dengan alasan tidak adanya dalil yang berkenaan dengan hal itu baik yang mnegharamkan atau yang menghalalkan. Maka dituntut akan kehatia-hatian menghadapinya.</p>
<p>Transaksi Asurasi Konvensional</p>
<ul>
<li> Substansi transaksi jual beli (al muawadah)</li>
<li>Besaran jumlah premi sebagianharga tidak jelas</li>
<li>Besaran klaim sebagai objek barang tidak jelas</li>
<li>Terdapat unsur ribawi (nasiah dan fadl)</li>
<li>Terdapat unsur ketidakpastian (gahrar)</li>
</ul>
<p>Transaksi Asuransi syari’ah</p>
<ul>
<li>Sunbstansi transaksi tolong-menolong dan investasi</li>
<li>Premi dibedakan menjadi dua bagian</li>
</ul>
<ol>
<li> Investasi</li>
<li> Tabarru (tolong-menolong)</li>
</ol>
<ul>
<li>Tidak terdapat unsur ribawi dan ketidakpastian</li>
<li>Klaim adalah implementasi bentuk tolong-menolong</li>
<li>Jenis asuransi syari’ah</li>
</ul>
<ol>
<li> Umum</li>
<li> Keluarga</li>
</ol>
<ul>
<li> Pengolahan dana asuransi syariah</li>
</ul>
<ol>
<li> Premi dengan unsur tabungan</li>
<li>Premi tanpa unsure tabungan</li>
</ol>
<p>Bahan Rujukan :<br />
1.	Dr. Muhammad Muslehuddin. 1999. Menggugat Asuransi Modern : Mengajukan Suatu Alternatif Baru Dalam Perspektif Hukum Islam. Penerbit Lentera: Jakarta<br />
2.	Afzalur Rahman. 1995. Doktrin Ekonomi Islam. Jil 4. PT. Dana Bhakti Wakaf: Yogyakarta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintasyariah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintasyariah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintasyariah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintasyariah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintasyariah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintasyariah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintasyariah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintasyariah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintasyariah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintasyariah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintasyariah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintasyariah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintasyariah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintasyariah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintasyariah.wordpress.com&amp;blog=12009548&amp;post=3&amp;subd=cintasyariah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintasyariah.wordpress.com/2010/02/13/asuransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/871c0a6efc7eb2bf387383463f9603cd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
