Pasar Keuangan Syariah

15 02 2010

Keberadaan  Pasar Keuangan Syariah di Indonesia mutlak dibutuhkan bagi kalangan investor muslim pada khususnya yang ingin menanamkan dananya dalam bentuk obligasi (surat utang) dengan menerapkan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil berinvestasi merupakan jalan alternatif untuk menghindari keharaman sistem bunga (konvensional) yang selama ini telah ada dalam dunia praktek perbankan dan investasi di Indonesia. Selain itu juga menjadi alternatif terbaik dalam mencapai kesejahteraan masyarakat yang adil dan efesien.

Untuk mewujudkan Pasar Keuangan yang adil maka setiap lapisan masyarakat harus terpenuhi keinginannya dalam berinvestasi dan berusaha. Hal ini sesuai dengan prinsip ajaran Islam yang diperuntukkan untuk rahmatan lil a’lamin, dan prinsip bekerja sesuai dengan kemampuan.

Ada dua pilihan dalam berinvestasi, jangka panjang (long term) dan jangka pendek (short term). Pasar modal  merupakan lembaga yang melayani investasi dalam Jangka panjang (lebih dari satu tahun), dan memiliki risiko tinggi, sedangkan Pasar Uang memfasilitasi investasi jangka pendek dan berisiko rendah. Salah  satu instrument investasi yang ada di pasar modal adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.

Pengertian Pasar Keuangan Syariah

Adalah pertemuan antara pihak kedua (bank) yang memiliki kelebihan dana (surflus fund) dengan pihak (bank) yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan berbagai instrumen keuangan atau sekuritas yang diterbitkan oleh pemerintah ataupun swasta.

Tujuan di bentuknya Pasar Keuangan Syariah

  1. Karena adanya perbedaan prinsip antara keuangan syariah dengan konvensional
  2. Menjebatani (intermidity) proses pemindahan dana
  3. Mendorong pembentukan modal
  4. Menciptakan transaksi harga pasar keuangan yang sesuai syariah
  5. Sebagai tantangan untuk menciptakan Pasar Keuangan Syariah (PKS) yang efektif dan innovatif.

Konsep Lembaga Keuangan Syariah yang Sesuai Dalam Al-quran

  1. Lembaga yang memiliki unsur struktur (kaum, ummat), manajemen pemerintah (almuluk), negara (balad), pasar (suq)
  2. Konsep yang merujuk pada ekonomi seperti zakat, shadaqah, qhanimah, bai’, dain, dll
  3. Konsep akuntability (QS. Al-Baqarah 283)
  4. Konsep trust (QS. Al-Baqarah 283)
  5. Konsep keadilan (QS. 6:70; QS. 4:3, 128, dan 135; QS. 5:8)
  6. Konsep tawsiah sabar dan kebenaran (QS. Al-Ashr 1-3)

Karakter Pasar Modal Syariah

  1. Semua saham diperjualbelikan pada bursa efek
  2. Bursa perlu mempersiapkan pasca perdagangan dimana saham dapat diperjualbelikan melalui pialang
  3. Semua perusahaan yang mempunyai saham yang dapat diperjualbelikan pada bursa efek diminta menyampaikan informasi tentang perhitungan (account), keuntungan dan kerugian.
  4. Komite manajemen menerapkan harga saham tertinggi (HST) tiap-tiap perusahaan dengan interval waktu tidak lebih dari 3 bulan.
  5. Saham tidak boleh diperdagangkan dengan harga lebih tinggi dari HST
  6. Saham dapat dijual dengan harga dibawah HST
  7. HST ditetapkan dengan rumus:

References:

  1. Drs. Muhammad, M, Ag. .Manajemen Bank Syariah, UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2002.
  2. Heri Sudarsono. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, , Ekonosia, Yogyakarta, Juni 2004.

HST =

Jumlah Kekayaan bersih perusahaan

Jumlah Saham Yang Diterbitkan

About these ads

Aksi

Information

One response

17 02 2010
Jebel Firdaus

Wauuu….great.
Hebat tuh tulisannya. Antum, diem-diem bakat yah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: